Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA)

Authors

  • Lutbi Adam

Keywords:

Integrasi nilai budaya lokal, pembelajaran Bahasa Indonesia, budaya Bugis Makassar, pendidikan karakter, kearifan lokaL, SMA Negeri 18 Makassar

Abstract

This study aims to analyze the forms and meanings of integrating local cultural values into Indonesian language learning at senior high schools 18 in Makassar. The research is motivated by the need to preserve Bugis Makassar cultural values such as siri’ na pacce (dignity and empathy), getteng (determination), and reso (hard work) through learning activities relevant to students’ lives. A descriptive qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation involving Indonesian language teachers and students from senior high schools 18 Makassar. The findings reveal that teachers have integrated local cultural values through the selection of learning materials (folktales, regional poetry, and Bugis–Makassar proverbs), literacy projects, and character reflection activities. These cultural values enrich the linguistic aspects of teaching materials while fostering students’ cultural identity and social awareness. The integration of local cultural values in Makassar strengthens the role of Indonesian language learning as a medium for character formation, cultural

References

Hasanah, N. (2021). Integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 87–98.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kemendikbudristek. (2023). Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berbasis karakter. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

Mattulada. (2000). Latoa: Suatu lukisan analitis terhadap antropologi politik orang Bugis. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Muslich, M. (2011). Pendidikan karakter: Menjawab tantangan krisis multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Pelras, C. (2006). Manusia Bugis (terj. A. Rahman Abu). Jakarta: Nalar.

Rahim, R. (2014). Siri’ na pacce dalam konteks pendidikan karakter di Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Humaniora, 7(1), 55–64.

Rahmawati, D., & Nur, F. (2023). Kebijakan kurikulum dan penguatan nilai budaya dalam pendidikan Indonesia pasca-pandemi. Jurnal Pendidikan Nasional, 10(3), 203–217.

Rosyidah, U. (2019). Implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra, 9(1), 43–52.

Suastra, I. W. (2010). Pembelajaran sains berbasis budaya lokal untuk mengembangkan karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1), 8–16.

Suyono, & Hariyanto. (2020). Belajar dan pembelajaran: Teori dan konsep dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo.

Yuliani, R., & Damanik, S. (2023). Cultural-based learning in Indonesian language classes: A qualitative perspective. Journal of Language and Education Studies, 12(2), 119–134.

Downloads

Published

2026-01-30