Ritual “Naik Ri Bola Lompoa” di Desa Pao, Gowa: Kajian Etnografi dalam Perspektif Islam
Keywords:
tradisi, Naik Ri Bola Lompoa, etnografi, perspektif Islam, budaya lokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rangkaian pelaksanaan ritual Naik Ri Bola Lompoa di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, serta menganalisis maknanya dalam perspektif Islam. Tradisi Naik Ri Bola Lompoa merupakan warisan leluhur yang masih dilestarikan masyarakat dan dipandang sebagai tradisi yang bernilai, penting, serta sakral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan sesajian berupa ayam, pisang, ketan, dan nasi, pembacaan doa, penyembelihan hewan, serta makan bersama. Tradisi ini memiliki fungsi sosial sebagai media silaturahmi, mempererat solidaritas, dan memperkuat identitas budaya masyarakat. Namun, dalam perspektif Islam, beberapa unsur ritual seperti penyediaan sesajen dan keyakinan terhadap kekuatan gaib yang diyakini dapat memberi manfaat atau kesembuhan dipandang bertentangan dengan prinsip tauhid karena mengandung unsur kesyirikan. Dengan demikian, tradisi Naik Ri Bola Lompoa menunjukkan adanya pertemuan antara warisan budaya lokal dengan nilai-nilai keagamaan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian nilai sosial dan budaya tradisi, sekaligus perlunya penyesuaian praktik-praktik ritual agar selaras dengan ajaran Islam.
References
[1] E. Yanti, “Tradisi Pattaunggeng Situs Tinco di Soppeng,” Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, vol. 6, no. 2, pp. 46-55, 2019.
[2] D. S. Iskandar and L. Rini, Mitos Jurnalisme. Yogyakarta: ANDI, 2016.
[3] Mahfud, Islam Ramah: Upaya Membangun Paradigma Islam Toleran Menggugat Pandangan Fanatisme Pemikir Agama. Yogyakarta: Divo Nusantara, 2016.
[4] S. Pigria, R. A. Gani, and M. Mardalina, “Peran Da’i dalam Menyikapi Tradisi Naik Alang Rumah (Studi di Kelurahan Pamenang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin),” Skripsi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi, 2019.
[5] M. Minarsih, S. Kadir, and N. Normawati, “Kontradiksi Pandangan Tentang Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur Dalam Tinjauan Pendidikan Islam,” Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 1, no. 1, 2018.
[6] A. Wulandari, “Nilai-Nilai Islam Yang Terkandung dalam Tradisi Ziarah Kubur Pada Hari Raya Idul Fitri Kec. Tanjung Batu Kel. Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir,” Skripsi, UIN Raden Fatah, Palembang, 2016.
[7] Y. Yulianti, “Kegitatan Budaya di Balla Lompo Galesong Selatan Kabupaten Takalar,” Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2017.
[8] R. Raodah, “Balla Lompoa di Gowa (Kajian Arsitektur Tradisional Makassar),” Patanjala, vol. 4, no. 3, pp. 378-390, 2012.
[9] S. Joko and R. F. Marta, “Etnografi Komunikasi Pada Tiga Generasi Anggota Perkumpulan Marga Ang di Bagansiapi Api,” Jurnal Komunikatif, vol. 6, no. 1, 2017.
[10] E. Sugiarto, Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media,2017.
[11] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irmawati, Muh Ilham, Sandi Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




